Selasa, 22 Maret 2016

MAKALAH “FROM ZERO TO HERO DALAM SEMANGAT KADER HMI”



MAKALAH INTERMEDIATE TRAINING
“FROM ZERO TO HERO DALAM SEMANGAT KADER HMI”
 
  
DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI INTERMEDIATE TRAINING (LK II) CABANG SOLOK, PADANG


OLEH:
RHOMADAN CERBITAKASA

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG BANGKO
2016
KATA PENGANTAR
ﺑﺴﻢﺍﻠﻠﻪﺍﻠﺮﺤﻣﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻡ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puja, puji serta syukur selalu kita panjatkan kepada Sang Maha Kuasa. Shalawat beriring salam senantiasa kita sanjungkan kepada Muhammad SAW, sang Revolusioner Sejati, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada umatnya hingga akhir zaman.
            Makalah dengan tema FROM ZERO TO HERO” disusun sebagai syarat dalam Latihan Kader II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok 25 Februari – 2 Maret 2016.
            Semoga Makalah ini dapat menjadi bahan evaluasi kritis dan diharapkan mampu memberikan solusi yang solutif untuk Himpunan tercinta ini. Akhirnya Penyusun mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan dalam penyusunan makalah ini.

Billahittaufik wal hidayah
Wassalamu’alaikumm wr. wb

Bangko, 7 Jumadil Awal 1437 H
16 Februari 2016 M
                                                                                   

                                                                                   
Rhomadan Cerbitakasa

i
 
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i
DAFTAR ISI        .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
A.    LATAR BELAKANG ............................................................................... 1
B.    RUMUSAN MASALAH............................................................................ 2
C.    TUJUAN...................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................    3
A.    Pengertian From Zero To Hero................................................................... 3
B.     Hakekat Manusia yang Sesungguhnya....................................................... 5
C.    Menjadikan Kelemahan Sebagai Kekuatan................................................ 6
D.    Meningkatkan Pengetahuan........................................................................ 9
BAB III PENUTUP.......................................................................................................... 11
A.    KESIMPULAN ........................................................................................ 11
B.    SARAN...................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 12
 




ii
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Manusia mempunyai banyak kemampuan yang dapat digunakan untuk mendapatkan apa yang diinginkan terutama untuk memenuhi kebutuhannya yang berupa sandang, pangan dan papan selain dari itu dengan kemampuannya manusia juga bisa menjaga eksistensinya di dalam lingkungan dimana mereka berada.
Tapi dalam kenyataanya tidak sedikit manusia yang lupa bahwa dirinya bisa menjadi apa yang mereka inginkan, mereka selalu berfokus pada kelemahan-kelemahan mereka dan mengkambinghitamkan keadaan. Contoh: pendidikan saya rendah, saya tidak pintar, saya tidak ganteng, saya tidak cantik, saya berasal dari keluarga yang tak mampu dan segala macam alasan yang akan menjadikan Ia jadi kuper dan tak pernah menjadi super (seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh).
Di dalam suatu lingkungan baik keluarga, masyarakat dan pekerjaan, kita akan dihadapkan pada berbagai macam watak orang, ada yang biasa-biasa saja, ada yang agresif, asertif, dan sifat lainnya, yang masing-masing akan mempengaruhi tindakan mereka. Dan tentunya orang yang aserif akan lebih menonjol dan dihormati orang, beda halnya dengan orang yang agresip, walaupun menonjol tapi belum tentu dihormati, lalu bagaimana kita bisa keluar dari keadaan kuper dan menjadi super terutama di tempat dan ruang yang ada persaingannya, yaitu tempat kerja.
Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.




1
 
B.     Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah “From Zero To Hero dalam Semangat Kader HMI”, Maka penulis merumuskan beberapa masalah :
1.      Apa yang dimaksud From Zero To Hero?
2.      Bagaimana Hakekat Manusia yang Sesungguhnya?
3.      Bagaimana  Kelemahan Menjadi Kekuatan Agar Terwujudnya From Zero To Hero Kader HMI?
4.      Bagaimana Meningkatkan Pengetahuan Agar Terwujudnya From Zero To Hero Kader HMI?

C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan  makalah ini disusun sebagai berikut :
1.      Agar memahami apa yang dimaksud from zero to hero.
2.      Untuk mengetahui Hakekat Manusia yang Sesungguhnya.
3.      Untuk mengetahui bagaimana kelemahan menjadi kekuatan agar terwujudnya from zero to hero kader hmi.
4.      Untuk mengetahui bagaimana meningkatkan pengetahuan agar terwujudnya from zero to hero kader hmi.






2
 
BAB II
PEMBAHASAN
           
A.    Pengertian From Zero To Hero
From Zero to Hero, berasal dari bahasa Inggris yang kalau di artikan kedalam bahasa Indonesia adalah dari nol menjadi pahlawan, dari nol mencapai kesuksesan atau kalau kita simpulkan seseorang yang bukan apa-apa menjadi apa-apa.
Pasti kalimat from zero to hero sudah sering kita dengar? Memang kalimat itu sudah sangat terkenal. Kalimat itu seolah-olah menjadi magic bagi orang yang mendengarnya ataupun membacanya. Bagai mana tidak, seorang yang bukan apa-apa menjadi apa-apa.
From zero to hero adalah seorang yang lemah menjadi seorang yang kuat dalam arti luar biasa, tapi ada juga yang berpendapat bahawa arti dalam kalimat tersebut yaitu pahlawan dari seorang yang bukan apa-apa, dan lain-lain. Menarik bukan? Didalam oraganisasi HMI, seorang mahasiswa di tuntut untuk menjadi insan akademis pencipta, pengabdi yang bernafaskankan islam dan bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT.[1]
Dengan rumusan di atas agar para kader HMI menjadi tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup yang terpadu antara pemenuhan tugas duniawi dan ukhrowi, iman dan ilmu, individu dan masyarakat, sehingga peranan kaum intelektual yang semakin besar menjadi kebutuhan yang mendasar.






3
1. [1] pasal 4AD ART HMI
Tips From Zero To Hero
1.      Yakin untuk berubah
Kebanyakan orang mencoba untuk berubah dalam rangka menyenangkan orang lain atau untuk menyesuaikan diri ke dalam lingkungan sosial tertentu. Bagaimanapun, untuk mengubah kelemahan anda menjadi kekuatan, anda harus memahami bahwa proses ini adalah tentang diri anda! Tentang memiliki keberanian untuk mengubah hidup anda dan disiplin diri untuk mengubah keinginan anda menjadi tindakan-tindakan.
2.      Mengidentifikasi kelemahan diri kita
Jujur pada diri sendiri adalah langkah penting pertama jika anda benar-benar ingin merubah kelemahan anda menjadi kekuatan dan meningkatkan kehidupan anda. Tuliskan sebanyak mungkin kelemahan yang anda miliki dan coba ingat-ingat keluhan apa saja yang telah anda terima sejauh ini dalam hidup terkait kelemahan anda tersebut.
3.      Berfikir positif
Berpikir positif diperlukan untuk mencapai tujuan anda. Hal ini berarti bahwa anda harus mengubah cara berpikir anda dan lebih percaya diri. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda … gunakanlah! Disamping itu, jika anda telah mengetahui kelemahan–kelemahan anda, anda dapat melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
4.      Mencoba untuk menjauhi kelemahan kita
5.      Gunakan teknik yang tepat untuk menjauh dari kelemahan anda. Misalnya, jika anda tidak dapat membuat rencana untuk jangka panjang, cobalah untuk berkonsentrasi dan membuat rencana jangka pendek. Ini adalah pendekatan yang terbaik untuk terus bergerak maju tanpa merasa bahwa anda telah gagal dan tanpa memaksakan terlalu banyak perubahan pada diri anda sendiri. Cobalah untuk memikirkan bagaimana anda dapat mengubah setiap kelemahan anda menjadi keuntungan!
4
 
6.      Pilihlah teman-teman yang dapat menyeimbangkan kelemahan kita
Kemewahan terbesar dalam hidup adalah memiliki orang-orang di sekitar anda yang menyeimbangkan karakter yang anda miliki. Teman-teman, kolega atau anggota keluarga dapat “menetralisir” kelemahan Anda. Sebagian orang meyakini bahwa karakter yang berlawanan justru akan menarik anda, tetapi kebenarannya adalah bahwa mereka saling mengimbangi. Jadi, ketika anda memiliki orang-orang jenis ini di samping anda, kelemahan anda perlahan-lahan akan hilang.
7.      Jangan putus asa
Albert Einstein gagal ujian untuk masuk ke Sekolah Tinggi Teknik! Dia memiliki “bintang” dalam hidupnya dan bakat yang unik, tapi tampaknya dia tidak dimaksudkan untuk menjadi seorang insinyur. “Hidup berjalan terus” dan anda tidak pernah tahu apakah karir yang cemerlang menunggu anda di masa depan. Jangan menyerah pada pertempuran, cobalah untuk mengubah kelemahan anda menjadi kekuatan

B.     Hakekat Manusia yang Sesungguhnya
Manusia diciptakan dengan bentuk yang sama, kecerdasan yang sama, diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam, hanya saja manusia berbeda-beda cara memanfaatkannya, oleh karena itu galilah kekuatan-kekuatan yang ada pada diri Anda, Tuhan menciptkan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.
Sesungguhnya Allah SWT teah mewahykan Islam sebagai agama yang Haq dan sempurna untuk mengatur umat manusia agar berkehidupan sesuai dengan fitrahnya sebagai Khalifatullah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata ke hadiratnya.
5
Kehidupan yang sesuai dengan fitrahnya tersebut adalah kehidupan yang seimbang dan terpadu antara pemenuhan  dan kalbu, iman dan ilmu, dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan ukhrowi. Atas keyakinan ini, maka HMI menjadikan Islam sebagai pijakan dalam menetapkan tujuan dari usahaa organisasi HMI. Islam adalah ajaran fitrah, maka pada dasarnya tujuan dan mission Islam adalah juga merupakan tujuan daripada kehidupan manusia yang fitri, yaitu tunduk kepada fitrah manusia.
Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.
Kesejahteraan akan terwujud dengan amal saleh (kerja kemanusiaan) yang dilandasi dan dibarengi dengan keimanan yang benar. Dalam amal kemanusiaan inilah manusia akan didapatkan kebahagiaan  dan kehidupan yang sebaik-baiknya. Bentuk kehidupan yang ideal secara sederhana kita rumuskan dengan “kehidupan yang adil dan makmur”.
Untuk menciftakan kehidupan yang demikian. Anggaran dasar menegaskan kesadaran mahasiswa Islam Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,  Persatauan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Dalam Kebijaksanaan/Perwakilan serta mewujudkan Keadilan Bagi Seluruh Indonesia dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah SWT.
Perwujudan dari pelaksanaaan nilai-nilai tersebut adalah berupa amal saleh atau kerja kemanusiaan. Dan kerja kemanusiaan ini akan terlaksana secara benar dan sempurana apabila dibekali dan didasari oleh iman dan ilmu pengetahuan. Karena inilah hakekat tujuan HMI tidak lain adalah pembentukan manusia yang beriman dan berilmu serta mampu menunaikan tugas kerja kemanusiaan (amal saleh). Pengabdian dan bentuk amal saleh inilah pada hakekatnya tujuan hidup manusia, sebab dengan melalui kerja kemanusiaan, manusia mendapatkan kebahagiaan.

C.    Menjadikan Kelemahan Sebagai Kekuatan
6
Istilah “Tidak ada manusia yang sempurna” memang benar adanya. Namun, di satu sisi itu bukan berarti bahwa anda harus menerima kelemahan-kelemahan anda tanpa keinginan untuk berubah. Tidak ada orang di muka bumi yang tidak memiliki kelemahan. Sebenarnya mengetahui kekurangan dalam diri kita bukanlah hal yang buruk, bahkan akan menjadi poin positif bila kita memanfaatkan informasi tersebut sebagai motivasi untuk membangun kekuatan.
Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia.[2]
Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.
Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan :
1.      Belajarlah dari kekurangan kita.
Bila kita sudah mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri kita. Maka sekarang saatnya kita mengubah kekurangan tersebut menjadi kekuatan bagi diri kita. Bila kita merasa tidak memiliki keahlian tertentu untuk memulai usaha, tidak ada salahnya bila kita mengikuti kursus keterampilan yang kita minati, mengikuti pelatihan bisnis dari entrepreneur yang sukses dibidangnya, atau menambah pengetahuan dari buku-buku. Jangan hanya terpaku pada kekurangan kita, paksakan diri untuk mempelajarinya dan ubah yang dulunya “tidak bisa” menjadi “bisa”. Karena semua masalah yang muncul, selalu dilengkapi dengan solusi.






7
 2.[2]Asy Syakshiyah Al Islamiyah.  Juz I hal. 303
2.      Fokus pada kekuatan bukan kekurangan.
Kebanyakan orang hanya fokus pada kekurangannya saja, saya tidak bisa ini dan saya juga tidak terbiasa itu. Hal itulah yang perlu kita ubah dari sekarang. Ketahuilah bahwa satu kekuatan diri yang kita kembangkan dengan fokus, bisa menghapus sepuluh kekurangan yang kita miliki. Seperti layaknya memulai bisnis, banyak orang lebih fokus memikirkan kekurangan teknis saja dan mengesampingkan kekuatan non-teksnis yang sebenarnya mereka miliki. Padahal bila mereka fokus memperkuat niat dan tekad untuk memulai usaha, maka tidak menutup kemungkinan semua urusan teknis bisa mereka selesaikan dengan baik.
3.      Motivasi diri kita untuk mencapai Goal.
Biasakan memotivasi diri untuk segera mencapai impian besar yang kita cita-citakan selama ini. Bayangkan keuntungan-keuntungan yang akan kita peroleh, setelah mencapai impian besar tersebut. Dengan demikian kita tidak akan mudah menyerah dengan kekurangan yang ada, dan lebih fokus mencapai goal yang telah ditetapkan. Jangan biarkan kekurangan-kekurangan tersebut menghambat kita mencapai kesuksesan yang telah kita impikan selama ini.
Yakinkan diri kita untuk memulainya dari sekarang, dan pastikan untuk melihat kekurangan kita bukan hanya dari sisi buruknya saja. Lihatlah kekurangan kita untuk membangkitkan motivasi diri kita, agar bisa lebih baik kedepannya. Semoga motivasi diri, ubah kelemahan jadi kekuatan ini, memberikan inspirasi baru bagi kita yang masih takut dan ragu untuk memulai usaha.
Karenanya, jika keadaan masyarakat berubah, berubah pulalah segala nilai, norma, dan pranata kehidupan



8
 
D.    Meningkatkan Pengetahuan
Terbinanya insan akademis, salah satu tujuan HMI. Pepatah mengatakan pengetahuan adalah jendela dunia, BENAR, karena dengan pengetahuan kita bisa mengetahui segala sesuatu apa yang sedang terjadi bahkan yang telah terjadi, apabila kita berada di tempat kerja kita dituntut untuk menambah keterampilan kita sehingga kita lebih bisa diandalkan oleh rekan kerja atau atasan.
Upaya pengukuhan pribadi insan akademis pada setiap kader HMI, sebagai salah satu usaha yg mendasar yang mana seharusnya dapa menjadikan HMI wadah yang terlihat sebagai tempat mahasiswa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, dan wawasannya baik untuk kuliah maupun diluar perkuliahan, agar ketertarikan mahasiswa-mahasiswa untuk ikut besama-sama meningkatkan kualitas diri akan menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas Intelektual.
Selanjutnya perlunya penanaman sebagai mental untuk meningkatkan pengetahuan seluas mungkin, dengan mengasanya dengan terus berfikir. Karena berfikir menjadi salah satu aktivitas yang dimiliki kaum intelektuak, juga sudah di tekankan dalam Islam. Tuntutan berfikir menjadi pengamalan bagi kader-kader HMI sebagai mahasiswa Islam.[3]
Ilmu pengetahuan juga menjadi hal yang paling dibutuhkan. Besarnya ilmu pengetahuan seorang kader memberikan stimulus dalam proses pembentukan intelektualnya, yang mana ilmu pengetahuan bekal untuk mencari kebenaran yang mutlak. Kemudian selain itu pula perlu memberi kesadaran akan wajib hukumnya bagi setiap Muslim untuk menuntut Ilmu.
Dalam memunculkan pemikiran-pemikiran baru, upaya terletak pada kebebasan berfikir, yang memiliki perspektif yang luas. Kebebasanpun harus di dorong oleh keberanian melawan yang salah, dan berani tunduk jika kebenarannya datang.



9
3.[3]Dr. M. Ahmad Mufti dan Dr. Sami Shalih Al Wakil, At Tasyri wa Sannul Qawanin fi Ad Daulah Al Islamiyah, hal. 9-11
Melalui pemikiran-pemikiran kader HMI, kader tersebut mampu membentuk dan menciptakan konsep atau sistem untuk diperjuangkan kader-kader HMI dan mampu membawa Ideologi yang dapat mendatangkan sebuah perubahan untuk kebaikan nantinya. Oleh sebab dalam  Islam, sebuah  keintelektual telah memberi kontibusi yang positif pada perkembangan ilmu, namun keadaan yang semakin mundur pada saat sekarang HmI harus mampu mengembalikan etos intelektual kedalam dirinya, sehingga HMI kembali ke khitahnya sebagai Harapan Masyarakat Indonesia dimana dibuktikan dengan lahirnya Intelektual-intelektual muslim dari HMI.


















10
 
BAB III
PENUTUP

A.           KESIMPULAN
Dari makalah ini dapat kami simpulkan sebagai berikut :
a.           Para kader HMI adalah tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup yang terpadu antara pemenuhan tugas duniawi dan ukhrowi, iman dan ilmu, individu dan masyarakat, sehingga peranan kaum intelektual yang semakin besar menjadi kebutuhan yang mendasar.
b.           Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.

B.            SARAN
Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan jalan menuju kesuksesan seorang mahasiswa baik itu dalam bidang akademis mahasiswa dan juga untuk menghadapi dunia kerja nantinya dalam menerapkan perubahan pada pemerintahan yang lebih baik dari sebelumnya.





11