MAKALAH INTERMEDIATE TRAINING
“FROM ZERO TO HERO DALAM SEMANGAT KADER HMI”
DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI INTERMEDIATE TRAINING (LK II)
CABANG SOLOK, PADANG
OLEH:
RHOMADAN CERBITAKASA
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG BANGKO
2016
KATA PENGANTAR
ﺑﺴﻢﺍﻠﻠﻪﺍﻠﺮﺤﻣﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Puja, puji serta syukur selalu kita panjatkan kepada Sang
Maha Kuasa. Shalawat beriring salam senantiasa kita sanjungkan kepada Muhammad
SAW, sang Revolusioner Sejati, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada
umatnya hingga akhir zaman.
Makalah dengan tema “FROM
ZERO TO HERO” disusun sebagai syarat dalam Latihan Kader II Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok 25 Februari – 2 Maret 2016.
Semoga Makalah ini dapat menjadi
bahan evaluasi kritis dan diharapkan mampu memberikan solusi yang solutif untuk
Himpunan tercinta ini. Akhirnya Penyusun mohon maaf atas segala kekurangan dan
kekhilafan dalam penyusunan makalah ini.
Billahittaufik
wal hidayah
Wassalamu’alaikumm
wr. wb
Bangko,
7 Jumadil Awal 1437 H
16
Februari 2016 M
Rhomadan
Cerbitakasa
i
|
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ........................................................................................................ i
DAFTAR
ISI .............................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
A.
LATAR BELAKANG ............................................................................... 1
B.
RUMUSAN MASALAH............................................................................ 2
C.
TUJUAN...................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN...............................................................................................
3
A.
Pengertian
From Zero To Hero...................................................................
3
B. Hakekat Manusia yang Sesungguhnya.......................................................
5
C. Menjadikan
Kelemahan Sebagai Kekuatan................................................ 6
D. Meningkatkan Pengetahuan........................................................................
9
BAB III PENUTUP.......................................................................................................... 11
A.
KESIMPULAN ........................................................................................ 11
B.
SARAN...................................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................... 12
ii
|
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia mempunyai banyak kemampuan
yang dapat digunakan untuk mendapatkan apa yang diinginkan terutama untuk
memenuhi kebutuhannya yang berupa sandang, pangan dan papan selain dari itu
dengan kemampuannya manusia juga bisa menjaga eksistensinya di dalam lingkungan
dimana mereka berada.
Tapi dalam kenyataanya tidak sedikit
manusia yang lupa bahwa dirinya bisa menjadi apa yang mereka inginkan, mereka
selalu berfokus pada kelemahan-kelemahan mereka dan mengkambinghitamkan
keadaan. Contoh: pendidikan saya rendah, saya tidak pintar, saya tidak ganteng,
saya tidak cantik, saya berasal dari keluarga yang tak mampu dan segala macam
alasan yang akan menjadikan Ia jadi kuper dan tak pernah menjadi super (seperti
yang dikatakan oleh Mario Teguh).
Di dalam suatu lingkungan baik
keluarga, masyarakat dan pekerjaan, kita akan dihadapkan pada berbagai
macam watak orang, ada yang biasa-biasa saja, ada yang agresif, asertif, dan
sifat lainnya, yang masing-masing akan mempengaruhi tindakan mereka. Dan
tentunya orang yang aserif akan lebih menonjol dan dihormati orang, beda halnya
dengan orang yang agresip, walaupun menonjol tapi belum tentu dihormati, lalu
bagaimana kita bisa keluar dari keadaan kuper dan menjadi super terutama di
tempat dan ruang yang ada persaingannya, yaitu tempat kerja.
Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin
adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain
kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.
1
|
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah “From Zero To Hero dalam Semangat Kader HMI”, Maka penulis
merumuskan beberapa masalah :
1. Apa yang dimaksud From Zero To Hero?
2. Bagaimana Hakekat Manusia yang
Sesungguhnya?
3. Bagaimana Kelemahan Menjadi Kekuatan Agar Terwujudnya From Zero To Hero Kader HMI?
4. Bagaimana Meningkatkan Pengetahuan
Agar Terwujudnya From Zero To Hero
Kader HMI?
C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan makalah ini disusun sebagai berikut :
1. Agar memahami apa yang dimaksud from
zero to hero.
2. Untuk mengetahui Hakekat Manusia
yang Sesungguhnya.
3. Untuk mengetahui bagaimana kelemahan
menjadi kekuatan agar terwujudnya from
zero to hero kader hmi.
4. Untuk mengetahui bagaimana
meningkatkan pengetahuan agar terwujudnya from zero to hero kader hmi.
2
|
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian From Zero To Hero
From
Zero to Hero, berasal dari
bahasa Inggris yang kalau di artikan kedalam bahasa Indonesia adalah dari nol
menjadi pahlawan, dari nol mencapai kesuksesan atau kalau kita simpulkan
seseorang yang bukan apa-apa menjadi apa-apa.
Pasti
kalimat from zero to hero
sudah sering kita dengar? Memang kalimat itu sudah sangat terkenal. Kalimat itu
seolah-olah menjadi magic bagi orang yang mendengarnya ataupun membacanya.
Bagai mana tidak, seorang yang bukan apa-apa menjadi apa-apa.
From zero to hero
adalah seorang yang lemah menjadi seorang yang kuat dalam arti luar biasa, tapi
ada juga yang berpendapat bahawa arti dalam kalimat tersebut yaitu pahlawan
dari seorang yang bukan apa-apa, dan lain-lain. Menarik bukan? Didalam
oraganisasi HMI, seorang mahasiswa di tuntut untuk menjadi insan akademis
pencipta, pengabdi yang bernafaskankan islam dan bertanggung jawab terhadap
terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT.[1]
Dengan rumusan di atas
agar para kader HMI menjadi tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup
yang terpadu antara pemenuhan tugas duniawi dan ukhrowi, iman dan ilmu,
individu dan masyarakat, sehingga peranan kaum intelektual yang semakin besar
menjadi kebutuhan yang mendasar.
3
|
Tips From Zero To Hero
1. Yakin untuk berubah
Kebanyakan orang mencoba untuk
berubah dalam rangka menyenangkan orang lain atau untuk menyesuaikan diri ke
dalam lingkungan sosial tertentu. Bagaimanapun, untuk mengubah kelemahan anda
menjadi kekuatan, anda harus memahami bahwa proses ini adalah tentang diri
anda! Tentang memiliki keberanian untuk mengubah hidup anda dan disiplin diri
untuk mengubah keinginan anda menjadi tindakan-tindakan.
2. Mengidentifikasi kelemahan diri kita
Jujur pada diri sendiri adalah
langkah penting pertama jika anda benar-benar ingin merubah kelemahan anda
menjadi kekuatan dan meningkatkan kehidupan anda. Tuliskan sebanyak mungkin
kelemahan yang anda miliki dan coba ingat-ingat keluhan apa saja yang telah
anda terima sejauh ini dalam hidup terkait kelemahan anda tersebut.
3. Berfikir positif
Berpikir positif diperlukan untuk mencapai tujuan anda. Hal ini berarti
bahwa anda harus mengubah cara berpikir anda dan lebih percaya diri. Setiap
orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda … gunakanlah! Disamping itu,
jika anda telah mengetahui kelemahan–kelemahan anda, anda dapat melangkah ke
tingkat yang lebih tinggi.
4. Mencoba untuk menjauhi kelemahan kita
5.
Gunakan
teknik yang tepat untuk menjauh dari kelemahan anda. Misalnya, jika anda tidak
dapat membuat rencana untuk jangka panjang, cobalah untuk berkonsentrasi dan
membuat rencana jangka pendek. Ini adalah pendekatan yang terbaik untuk terus
bergerak maju tanpa merasa bahwa anda telah gagal dan tanpa memaksakan terlalu
banyak perubahan pada diri anda sendiri. Cobalah untuk memikirkan bagaimana
anda dapat mengubah setiap kelemahan anda menjadi keuntungan!
4
|
6. Pilihlah teman-teman yang dapat menyeimbangkan
kelemahan kita
Kemewahan terbesar dalam hidup
adalah memiliki orang-orang di sekitar anda yang menyeimbangkan karakter yang
anda miliki. Teman-teman, kolega atau anggota keluarga dapat “menetralisir” kelemahan Anda. Sebagian orang
meyakini bahwa karakter yang berlawanan justru akan menarik anda, tetapi
kebenarannya adalah bahwa mereka saling mengimbangi. Jadi, ketika anda memiliki
orang-orang jenis ini di samping anda, kelemahan anda perlahan-lahan akan
hilang.
7. Jangan putus asa
Albert Einstein gagal ujian untuk
masuk ke Sekolah Tinggi Teknik! Dia memiliki “bintang” dalam hidupnya dan bakat
yang unik, tapi tampaknya dia tidak dimaksudkan untuk menjadi seorang insinyur.
“Hidup berjalan terus” dan anda tidak pernah tahu apakah karir yang cemerlang
menunggu anda di masa depan. Jangan menyerah pada pertempuran, cobalah untuk
mengubah kelemahan anda menjadi kekuatan
B.
Hakekat Manusia yang Sesungguhnya
Manusia diciptakan dengan bentuk yang sama, kecerdasan yang
sama, diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam, hanya saja manusia berbeda-beda
cara memanfaatkannya, oleh karena itu galilah kekuatan-kekuatan yang ada pada
diri Anda, Tuhan menciptkan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.
Sesungguhnya Allah SWT teah mewahykan Islam sebagai agama yang Haq
dan sempurna untuk mengatur umat manusia agar berkehidupan sesuai dengan
fitrahnya sebagai Khalifatullah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri
semata-mata ke hadiratnya.
5
|
Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin
adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain
kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.
Kesejahteraan akan terwujud dengan amal saleh (kerja kemanusiaan)
yang dilandasi dan dibarengi dengan keimanan yang benar. Dalam amal kemanusiaan
inilah manusia akan didapatkan kebahagiaan
dan kehidupan yang sebaik-baiknya. Bentuk kehidupan yang ideal secara
sederhana kita rumuskan dengan “kehidupan yang adil dan makmur”.
Untuk menciftakan kehidupan yang demikian. Anggaran dasar
menegaskan kesadaran mahasiswa Islam Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatauan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin
oleh Hikmah Dalam Kebijaksanaan/Perwakilan serta mewujudkan Keadilan Bagi
Seluruh Indonesia dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah SWT.
Perwujudan dari pelaksanaaan nilai-nilai tersebut adalah berupa
amal saleh atau kerja kemanusiaan. Dan kerja kemanusiaan ini akan terlaksana
secara benar dan sempurana apabila dibekali dan didasari oleh iman dan ilmu
pengetahuan. Karena inilah hakekat tujuan HMI tidak lain adalah pembentukan
manusia yang beriman dan berilmu serta mampu menunaikan tugas kerja kemanusiaan
(amal saleh). Pengabdian dan bentuk
amal saleh inilah pada hakekatnya tujuan hidup manusia, sebab dengan melalui
kerja kemanusiaan, manusia mendapatkan kebahagiaan.
C. Menjadikan Kelemahan Sebagai
Kekuatan
6
|
Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian.
Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan
jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah
manusia.[2]
Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman,
kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat
kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami
kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak
membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah
orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan
kelemahannya juga sebagai kekuatan.
Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan :
1. Belajarlah
dari kekurangan kita.
Bila kita sudah mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada
dalam diri kita. Maka sekarang saatnya kita mengubah kekurangan tersebut
menjadi kekuatan bagi diri kita. Bila kita merasa tidak memiliki keahlian
tertentu untuk memulai usaha, tidak ada salahnya bila kita mengikuti kursus
keterampilan yang kita minati, mengikuti pelatihan bisnis dari entrepreneur
yang sukses dibidangnya, atau menambah pengetahuan dari buku-buku. Jangan hanya
terpaku pada kekurangan kita, paksakan diri untuk mempelajarinya dan ubah yang
dulunya “tidak bisa” menjadi “bisa”. Karena semua masalah yang muncul, selalu
dilengkapi dengan solusi.
7
|
2. Fokus pada
kekuatan bukan kekurangan.
Kebanyakan
orang hanya fokus pada kekurangannya saja, saya tidak bisa ini dan saya juga
tidak terbiasa itu. Hal itulah yang perlu kita ubah dari sekarang. Ketahuilah
bahwa satu kekuatan diri yang kita kembangkan dengan fokus, bisa menghapus
sepuluh kekurangan yang kita miliki. Seperti layaknya memulai bisnis, banyak
orang lebih fokus memikirkan kekurangan teknis saja dan mengesampingkan
kekuatan non-teksnis yang sebenarnya mereka miliki. Padahal bila mereka fokus
memperkuat niat dan tekad untuk memulai usaha, maka tidak menutup kemungkinan
semua urusan teknis bisa mereka selesaikan dengan baik.
3. Motivasi
diri kita untuk mencapai Goal.
Biasakan
memotivasi diri untuk segera mencapai impian besar yang kita cita-citakan
selama ini. Bayangkan keuntungan-keuntungan yang akan kita peroleh, setelah
mencapai impian besar tersebut. Dengan demikian kita tidak akan mudah menyerah
dengan kekurangan yang ada, dan lebih fokus mencapai goal yang telah
ditetapkan. Jangan biarkan kekurangan-kekurangan tersebut menghambat kita
mencapai kesuksesan yang telah kita impikan selama ini.
Yakinkan diri kita untuk memulainya dari sekarang, dan
pastikan untuk melihat kekurangan kita bukan hanya dari sisi buruknya saja.
Lihatlah kekurangan kita untuk membangkitkan motivasi diri kita, agar bisa
lebih baik kedepannya. Semoga motivasi diri, ubah kelemahan jadi kekuatan ini,
memberikan inspirasi baru bagi kita yang masih takut dan ragu untuk memulai
usaha.
Karenanya, jika keadaan masyarakat berubah, berubah pulalah
segala nilai, norma, dan pranata kehidupan
8
|
D. Meningkatkan
Pengetahuan
Terbinanya insan akademis, salah satu tujuan HMI. Pepatah
mengatakan pengetahuan adalah jendela dunia, BENAR, karena dengan pengetahuan
kita bisa mengetahui segala sesuatu apa yang sedang terjadi bahkan yang telah
terjadi, apabila kita berada di tempat kerja kita dituntut untuk menambah
keterampilan kita sehingga kita lebih bisa diandalkan oleh rekan kerja atau
atasan.
Upaya pengukuhan pribadi insan
akademis pada setiap kader HMI, sebagai salah satu usaha yg mendasar yang mana
seharusnya dapa menjadikan HMI wadah yang terlihat sebagai tempat mahasiswa
dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, dan wawasannya baik untuk kuliah maupun
diluar perkuliahan, agar ketertarikan mahasiswa-mahasiswa untuk ikut
besama-sama meningkatkan kualitas diri akan menyeimbangkan antara kuantitas dan
kualitas Intelektual.
Selanjutnya perlunya penanaman sebagai
mental untuk meningkatkan pengetahuan seluas mungkin, dengan mengasanya dengan
terus berfikir. Karena berfikir menjadi salah satu aktivitas yang dimiliki kaum
intelektuak, juga sudah di tekankan dalam Islam. Tuntutan berfikir menjadi
pengamalan bagi kader-kader HMI sebagai mahasiswa Islam.[3]
Ilmu pengetahuan juga menjadi hal
yang paling dibutuhkan. Besarnya ilmu pengetahuan seorang kader memberikan
stimulus dalam proses pembentukan intelektualnya, yang mana ilmu pengetahuan
bekal untuk mencari kebenaran yang mutlak. Kemudian selain itu pula perlu
memberi kesadaran akan wajib hukumnya bagi setiap Muslim untuk menuntut Ilmu.
Dalam memunculkan
pemikiran-pemikiran baru, upaya terletak pada kebebasan berfikir, yang memiliki
perspektif yang luas. Kebebasanpun harus di dorong oleh keberanian melawan yang
salah, dan berani tunduk jika kebenarannya datang.
9
|
Melalui pemikiran-pemikiran kader
HMI, kader tersebut mampu membentuk dan menciptakan konsep atau sistem untuk
diperjuangkan kader-kader HMI dan mampu membawa Ideologi yang dapat
mendatangkan sebuah perubahan untuk kebaikan nantinya. Oleh sebab dalam
Islam, sebuah keintelektual telah memberi kontibusi yang positif pada
perkembangan ilmu, namun keadaan yang semakin mundur pada saat sekarang HmI
harus mampu mengembalikan etos intelektual kedalam dirinya, sehingga HMI
kembali ke khitahnya sebagai Harapan Masyarakat Indonesia dimana dibuktikan
dengan lahirnya Intelektual-intelektual muslim dari HMI.
10
|
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari makalah
ini dapat kami simpulkan sebagai berikut :
a.
Para kader HMI adalah tenaga intelektual
yang memiliki keseimbangan hidup yang terpadu antara pemenuhan tugas duniawi
dan ukhrowi, iman dan ilmu, individu dan masyarakat, sehingga peranan kaum
intelektual yang semakin besar menjadi kebutuhan yang mendasar.
b.
Tujuan
kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin adanya
kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain
kesejahteraan materiil dan kesejahteraan sprituall.
B.
SARAN
Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
merupakan jalan menuju kesuksesan seorang mahasiswa baik itu dalam bidang akademis
mahasiswa dan juga untuk menghadapi dunia kerja nantinya dalam menerapkan
perubahan pada pemerintahan yang lebih baik dari sebelumnya.
11
|